MAKASSAR, CAKRAWALA – Belajar dari kegagalan meraih Piala Adipura, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sedang menggenjot program daur ulang sampah orga­nik sebagai salah satu lahan bisnis masyarakat.

Salah satu pendukungnya, yakni pembentukan bank sampah di 100 titik untuk menampung sampah kemudian didaur ulang. Hal ini dibantu melalui program Makassar Green and Clean.

Dengan program ini, peme­rintah akan melibatkan langsung masyarakat dalam pengelolaan sampah untuk didaur ulang agar dapat menjadi salah satu sumber penghasilan.

Project officer Makassar Green and Clean, Saharuddin Ridwan, mengatakan, dengan peran serta masyarakat terhadap pengelolaan bank sampah itu, kini dengan sendirinya masyarakat telah merasakan sisi ekonomis yang didapatkan dari pendauran ulang sampah organik.

“Di wilayah Kel. Ujung Pandang Baru, Kec­amatan Tallo, pendapat­an masyarakat bisa mencapai Rp2 juta per bulan dari hasil daur ulang sampah organik,” kata Saharuddin dalam acara Develop Pengepul dan Sistem Bank Sampah di eat@out Karebosi Link, Rabu, 6 Juni.

Kemudian, kata Saharuddin, masyarakat di sebagian wilayah Tallo juga sudah paham atas pembuatan akses teknologi, informasi, dan komunikasi karena telah mendapatkan pembekalan dari masing-masing fasilitator kebersihan.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Supomo Guntur menjelaskan, dalam mengejar target Makassar menuju kota bersih berwawasan lingkungan yang sehat, ia menargetkan seluruh bank sampah yang akan dibentuk akan tersebar di sejumlah kelurahan dan kecamatan di Kota Makassar.

Menurut Supomo, target program bank sampah di sembilan titik kelurahan di berbagai kecamatan di Kota Makassar telah berjalan de­ngan baik.

“Bank sampah ini membawa dampak dari sisi ekonomis kepada masyarakat atas adanya pengelolaan sampah organik yang bernilai jual,” katanya sambil meminta agar sampah jangan dibiarkan berserakan di sembarang tempat.

Menurut dia, masyarakat akan terus didorong bagaimana membentuk pola pikir yang bukan hanya sebagai komsumtif sampah, melainkan mendaur ulang sampah agar membawa ke nilai ekonomis.

Ia menambahkan, ke de­pan, di Kota Makassar akan ada 100 titik bank sampah yang akan mendaur ulang sampah organik menjadi punya nilai sisi ekonomis. “Jadi bukan hanya 87 melainkan 100 titik bank sampah agar Makassar menuju kota bersih dan hijau,” katanya. (ran/ism)

Butuh Dukungan Warga

Kepala Badan Lingkungan Hidup Da­erah (BLHD) Kota Makassar, Andi Map­palalogau, me­­ngatakan, kunci utama da­l­am mengatasi permasalah­an ling­kungan hidup adalah pe­ran serta dari semua kompo­nen masyarakat.

Ditemui usai apel bersama dalam rangka memeringati Hari Lingkungan Hidup sedunia di kantor Gabungan Dinas-dinas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Jalan Gunung Bawakaraeng, Rabu, 6 Juni, Mappalalogau menjelaskan bahwa terkait masalah lingkungan, dibutuhkan du­kungan dari masyarakat.

“Kunci dalam mengatasi permasalahan lingku­ngan hidup adalah peran serta dari semua komponen masyarakat. Di mana melalui tema Hari Lingkungan Hidup Indonesia 2012, yaitu melalui ekonomi hijau meng­ubah perilaku dan meningkatkan kualitas lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, makna utama dari tema itu adalah pentingnya melakukan perubahan paradigma dan juga perilaku untuk selalu mengambil setiap kesempatan dalam mencari informasi, belajar, dan melakukan tindakan demi melindungi dan mengelola lingkungan hidup.

“Maka dengan kualitas lingkungan hidup yang le­bih baik akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Ia menyebutkan, ekonomi hijau memiliki empat un­sur, yaitu pengentasan ke­miskinan, pekerjaan yang layak, pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan, dan internalisasi lingkungan da­lam semua aktivitas pemba­ngunan.

“Pada tataran nasional, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK (gas rumah kaca) dari kondisi business as usual sebesar 26 persen pada tahun 2020 dengan upaya sendiri dan sebesar 41 persen dengan bantuan internasional,” jelasnya.

Penurunan emisi GRK menuntut arah pembangunan yang rendah karbon yang seiring dengan produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Kemudian pada tataran lingkungan warga, telah diperkenalkan pula Program Bank Sampah, sebagai turunan dari konsep 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) berupa sistem yang menyerupai konsep perbankan de­ngan memanfaatkan sampah sebagai sumber pendapatan dari sampah menjadi rupiah.

Ia menambahkan, untuk kalangan dunia usaha, sudah dijalankan Program Peringkat Kinerja Lingkungan Hidup (PROPER) dimana bagi perusahaan yang baik akan mendapatkan citra positif dan yang buruk akan mendapat hambatan pada aspek perbankan dan ketika akan go public.

Satu contoh sederhana dalam hal ini yakni dengan bersepeda sebagai moda transportasi alternative, menanam pohon yang tentunya diiringi dengan pemeliharaannya seperti pembuatan biopori untuk menambah cadangan air tanah; memilah sampah dan hemat energi. (ran/ism)

About mksgreenclean

Makassar Green and Clean (MGC) adalah salah satu program lingkungan yang berhasil melanjutkan mimpi warga Makassar untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s